Jumat, 15 September 2017

Mengatur Cash Flow Bisnis Dengan Aplikasi

Banyak orang yang ingin memulai bisnis tapi hanya fokus dengan bagaimana cara mendapatkan modal. Kemudian setelah dapat modal, bagaimana cara melengkapi material dan bahan. Kemudian bagaimana dengan lokasi usahanya. Kemudian mulai beroperasi lalu..kemudian..kemudian dan seterusnya. Ketika di tengah-tengah bisnis berjalan, keluhan dari customer/pelanggan langsung dibenerin dengan menggunakan dana seadanya. "Pokoknya customer puas!!". Dan pada akhirnya disetiap akhir bulan menjelang tutup buku, sering muncul pertanyaan misteri. Kok hasilnya gini ya? Duitnya kemana ya? Wkwkwk



Cash flow adalah aliran dana masuk dan keluar. Masuk ketika produk barang/jasa dibeli orang dan keluar ketika kita re-stok bahan-bahan. Cash flow itulah kunci sukses atau tidaknya suatu bisnis. Bisnis jual beli ikan sampai jual beli batu ginjal ruby semuanya tidak lepas dari manajemen cash flow yang bagus. Bisnis itu sederhana, yang penting penghasilan lebih besar dari modal. Itu aja kok.. :) Tapi..faktanya tidak semudah seperti update story di Instagram. Butuh kejelian, keakuratan, dan kesabaran untuk mengatur cash flow. Hmm...ribet ya.. Masa saya harus fokus ke cash flow saja? Saya kan masih pemula.. Bagaimana dengan marketingnya? Customer service nya? Supplier? Itu pertanyaan-pertanyaan saya sendiri kalau di suruh fokus ke cash flow dimana tenaga satu-satunya masih saya seorang.


Nah.. Di era yang sudah serba canggih ini sebenarnya sudah banyak alat (software) yang tersedia untuk membantu kita dalam mengolah cash flow. Ada yang gratis dan berbayar (ada harga tentu ada kualitas). Searching aja di Google dengan kata kunci "point of sale" atau singkatannya POS maka akan muncul berbagai macam software/aplikasi yang dapat membantu untuk mengatur cash flow. Selain membantu untuk melakukan penjualan dan update stok, software POS juga memiliki fitur untuk melakukan pay roll (pembayaran gaji pegawai). Pokoknya semua bagian-bagian yang berhubungan dengan cash flow akan ditangani oleh software POS ini. Kabar gembiranya, hampir semua POS menawarkan free trial mulai dari 1 - 3 bulan. Setelah itu baru kita bayar setiap bulan. Di Indonesia juga sudah ada software POS yang saya tahu, yaitu Pawoon dan MOKA. Ada juga yang dari luar (negeri) juga yang waktu free trial nya lumayan lama yaitu Square POS. Masing-masing software ini tentu punya kelebihan dan kekurangan. Mudah-mudah kedepannya bisa saya review software POS yang pernah dipakai dan juga saya share cara penggunaannya.

Maka dengan adanya software POS ini, urusan cash flow tidak perlu memakan banyak porsi saat menjalankan bisnis karena masih banyak bagian-bagian yang perlu dimainkan. Hasil dari data cash flow akan sangat membantu untuk membuat rencana bisnis ke depannya. Tidak ada ruginya jika system cash flow ini dibeli atau menjadi salah satu senjata pamungkas dalam menjalankan bisnis.

Jumat, 13 Januari 2017

Cara Mengetahui Nama Korea Kamu

Annyeong...
Setelah saya share Cara Mengetahui Nama Jepang Kamu, kali ini saya akan share bagaimana cara mengetahui nama versi Korea kamu. Walaupun bukan asli tapi akan sesuai dengan nama kamu. Silahkan klik link di bawah ya :




Setelah masuk ke link itu, pilih dulu jenis spesies apa kamu. Kalau cowok (Male) dan cewek (Female). Sorry, gak ada shemale ya. Hehehe

Setelah itu "Type your name" alias tulis nama lengkapmu dan "CLICKKK"!
Nama Korea kamu akan muncul, Nah, apa nama Korea mu, share dong :)

Rabu, 11 Januari 2017

Tutup Polis Asuransi AIA

Asuransi berkedok Citibank yang ternyata asuransi AIA.

Saya singkat saja kronologisnya, kejadian ini (auto debet) ternyata sudah berjalan selama 4 bulan sejak tulisan ini dibuat. Pada bulan Juli 2016, saya ditelpon oleh seorang marketing yang ngakunya dari pihak Citibank. Dipercakapan itu dia memberitahu kalau saya mendapat reward asuransi dari Citibank karena sudah menjadi nasabahnya. Saya memang nasabah Citibank dan memiliki rekening tabungan dan kartu kredit di sana.
Hasil dari pembicaraan di telpon, akhirnya saya menyetujui penawaran tersebut dan melakukan konfirmasi penyetujuan untuk mengambil produk asuransi Citibank. Bagaimana tidak? Kata marketingnya "TIDAK ADA TAMBAHAN TAGIHAN DI KARTU KREDIT UNTUK BULAN BERIKUTNYA DST". Dan pernyataan itu pun saya ulangi tanyakan beberapa kali dan jawabannya pun masih sama dengan statement sebelumnya. Jadi saya anggap tidak akan ada pembayaran premi atau biaya apapun karena ini adalah "hadiah" dari Citibank. Saya memang ada pembayaran cicilan tiap bulan dengan layanan EazyPay Citibank. Karena alasan ini juga, saya tidak menyadari kalau yang saya bayar bukan cuma cicilan, tapi ada premi asuransi juga.




Bulan September 2016 akhirnya polis saya terbit dan dikirim ke kantor. Yang bikin saya heran adalah kenapa ada polis asuransi dari AIA padahal saya merasa tidak pernah mengajukan asuransi ini. Sejak itu, setiap menjelang akhir bulan selalu ada SMS notifikasi dari AIA untuk melakukan pembayaran premi senilai Rp509.220. Tentunya saya tidak akan bayar karena memang saya merasa tidak pernah apply ke asuransi ini. Nah, disini kesalahan saya juga, karena tidak pernah memeriksa deskripsi semua tagihan dari Citibank. Tiap bulan ketika ada tagihan via SMS dari Citibank, langsung saja saya bayar. Dan baru bulan ini, tepatnya kemarin pagi (10 Januari 2017) saya tidak sengaja cek deskripsi tagihan yang ternyata ada auto debet setiap bulan untuk membayar premi. Ini sedikit screenshot nya :
Hari itu juga langsung saya telpon ke AIA untuk tutup polis. Pihak AIA awalnya mengatakan rugi kalau berhenti sekarang, bla..bla..bla.. Tapi karena tidak mau memperpanjang masalah, saya minta dipercepat saja prosesnya, dari pada kelamaan dengar rayuan gombal mereka lagi. Akhirnya pihak AIA bilang kalau polis sudah ditutup dan harus mengisi form "Permohonan Pembatalan Polis" lalu dikirim ke kantor AIA beserta buku polisnya.
Setelah itu saya contact Citibank untuk menanyakan tentang auto debet kartu kredit apakah bisa ditutup atau tidak. Dan seperti yang saya duga jawabannya "tidak bisa", karena ini tergantung dari pihak asuransinya. Info dari Citibank, seharusnya saya mendapatkan bukti pemberhentian via email ataupun SMS dari AIA. Sampai tulisan ini dibuat, bukti/notifikasi dari AIA masih belum ada. Sayapun sudah mengirim email ke AIA untuk meminta bukti pemberhentian tersebut. Kita lihat saja bagaimana perkembangannya nanti.

Update (12 January 2017) : Notifikasi SMS untuk penutupan polis sudah dikirim dari AIA. Status polis sudah tidak aktif dan untuk batal polis masih dalam proses verifikasi.
Memang rasanya sangat rugi karena dengan tidak sengaja saya membayar premi AIA selama 3 bulan. Bahkan waktu saya menutup polis, tagihan bulan ini pun harus dibayar saat pembayaran berikutnya dan total premi yang dibayar adalah 4 bulan alias 2 juta lebih. Bahkan tidak sepeser pun premi yang telah dibayar akan dikembalikan alias hangus semua. Mudah-mudahan dapat menjadi pelajaran untuk kamu jika mendapat tawaran asuransi. Semoga bermanfaat..

Senin, 09 Januari 2017

Hasil Pengajuan Kartu Kredit Mandiri via Kaskus

Sebelum kamu membaca lanjutan tulisan ini, sebaiknya baca tulisan pengalaman saya sebelumnya di "Aplikasi Kartu Kredit Mandiri via Online di Kaskus". Karena tulisan ini merupakan laporan hasil pengajuan kartu kredit saya via online atau lebih tepatnya di Kaskus dengan agan Asep.

Dan hasil akhirnya adalah.... Jeng..jeng..jeng...... DITERIMA.. yeeee... :) *alay

Sebenarnya tulisan ini dibuat sangat lama jeda waktunya dari waktu kartu kredit dikirim ke kantor. Saya menerima kartu kredit sekitar 3 bulan sejak aplikasinya dikirim ke Pak Asep. Saran saya sih, rajin-rajin aja tanya statusnya ke beliau tapi jangan pakai ngotot nanyanya ya. Pak Asep pasti kasih jawaban walaupun jawabannya belum sesuai harapan tapi pada akhirnya hasilnya memuaskan, recommended lah pak Asep ini. Kalau mau ke lapaknya, silahkan ke link di bawah.




Ada 2 jenis kartu kredit yang dikirim yaitu kartu utamanya adalah Mandiri Sky Z dan kartu tambahan Mandiri Gold. Alhamdulillah dikasih limit Rp10,000,000 dan itu sudah cukup untuk digunakan keperluan kantor. Kadang juga sih dipakai untuk keperluan pribadi kalau pas gaji belum turun.


Untuk kartu tambahan Mandiri Gold dipegang istri jadi tidak sempat foto. Mudah-mudahan tulisan ini berguna untuk kamu ya. Thanks for read it. Salam

Minggu, 14 Juni 2015

Jembatan Pedestrian dan Menara Gentala Arasy di Jambi

Jembatan Gentala Arasy adalah salah satu ikon dari kota Jambi. Jembatan ini mulai dibangun pada tahun 2012 dan telah diresmikan oleh bapak Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden. Sebenarnya ada dua objek di lokasi ini, yaitu menara Gentala Arasy dan jembatan Pedestrian. Tapi kebanyakan orang-orang menyebutnya jembatan Gentala Arasy. Lokasi ini adalah salah satu objek wisata di kota Jambi dan tidak afdol jika tidak kesini saat anda sedang berada di Jambi 
Jembatan Pedestrian merupakan jembatan untuk pejalan kaki. Bentuknya yang menyerupai huruf "S" ini terbentang berkelok-kelok di atas sungai Batanghari yang kira-kira panjang jembatannya sekitar 530 meter. Jembatan ini dibuat bukan untuk kendaraan, tapi hanya khusus untuk pejalan kaki. Sangat cocok untuk yang mau jogging. 
Menara Gentala Arasy merupakan sebuah museum dimana secara umum merupakan museum yang menceritakan tentang sejarah masuk dan berkembangnya agama Islam di kota Jambi. Bentuk menara ini pun sangat unik dan sangat "islami'. Bahkan awalnya saya mengira kalau itu adalah bangunan masjid.




Selain itu juga, diujung jembatan Gentala Arasy ini merupakan pusat kuliner dan tempat nongkrong di sore hari sampai malam hari. Banyak pedagang kuliner yang bisa dinikmati. Selain itu kita juga bisa menikmati pemandangan jembatannya. Dan jangan lupa, take a picture! Foto dari berbagai angle dan ambil gaya andalanmu. Hehehe.. Saran bagi anda sebagai photographer, sebaiknya ambil magic hours saat pagi hari. Karena diwaktu pagi, suasana jembatannya masih sepi dan belum banyak orang yang berlalu lalang.
Untuk masuk ke jembatan Gentala Arasy ini anda tidak perlu membayar ongkos tiket karena memang tidak ada loket tiket. Kita dapat naik ke jembatan Pedestrian dengan gratis sambil menikmati pemandangan dari atas jembatan. Kita juga dapat melihat kondisi lalu lintas sungai Batanghari yang tidak pernah sepi dari lalu lalangnya perahu dan kapal kecil. 
Jika anda ingin menikmati jalan-jalan di sungai menggunakan perahu. Coba saja sewa perahu yang ada di sekitar jembatan. Banyak perahu yang berjejer disekitar jembatan Gentala Arasy, apalagi di sepanjang sungai Batanghari ini. Untuk melihat suasana lebih lengkap di sekitar jembatan Pedestrian dan menara Gentala Arasy, silahkan nonton video rekaman ADambition di channel Youtube.

Minggu, 07 Juni 2015

Review Tas Oakley Works Pack 30L Pemakaian Sudah 1 Tahun

Oakley Works Pack 30L adalah tas punggung dari Oakley yang dari namanya ditujukan untuk pekerja. Tas ini direlease sekitar awal tahun 2014. Tas ini nyaman dan cocok untuk memuat barang-barang keseharian saya. Oakley Works Pack 30L ini juga sudah digunakan sejak tahun 2014 yang lalu. Jadi pemakaiannya sudah 1 tahun (tulisan ini dibuat pada tanggal 6 Juli 2015) dan ini juga belum pernah dicuci. Warna hitamnya masih tetap dan tidak usang/pudar. Saya memakai tas ini setiap pergi ke kantor dan juga saat traveling ke luar kota. Penggunaannya seimbang antara indoor dan outdoor. 
Oakley Works Pack 30L ini memiliki kantong utama yang besar dan didalamnya sudah ada space untuk laptop. Tas ini bisa memuat laptop sampai dengan ukuran 17 inch karena laptop yang sering saya bawa berukuran 14 inch dan masih banyak space yang kosong (di deskripsi website resmi Oakley disebut hanya sampai 15 inch). Bisa digunakan untuk memuat charger, kotak makan, payung kecil, buku/dokumen, dan peralatan seharian saya lainnya.

Selain kantong utama, ada beberapa yang lebih kecil ukurannya. Biasa saya gunakan untuk menyimpan dompet, uang receh, passport, botol air minum, dan ada juga kantong yang khusus didesain untuk kacamata. Saya sangat suka tempat botol air minum yang disisi samping kiri dan kanan karena botolnya dapat masuk penuh ke dalam kantong, tidak terlihat oleh orang lain.




Tas ini berkapasitas 30 liter yang untuk saya pribadi sangat cocok. Apalagi didukung dengan badan saya yang besar jadi terlihat lebih fit dari sisi fashionnya. Ukuran dimensi tasnya yaitu tinggi 20 inch, lebar tasnya 9 inch, dan ketebalan maksimal 14 inch. Kan tidak lucu kalau badan besar tapi pakai tas kecil seperti anak TK. :)

Dari sisi material sangat kuat dan ada juga sisi yang tidak terlalu kuat. Sisi depan sudah tidak diragukan kekuatannya. Bolak balik kebentur tembok, pagar, tanah, dan jatuh dari ketinggian masih tidak memberi efek apa-apa, cuma kotor sedikti saja. Tapi untuk sisi belakang (yang nempel punggung) tidak begitu kuat apabila tersangkut benda tajam seperti paku atau benda lancip lainnya. Ada juga pengait kacamata di bagian holder tapi karena bahannya dari kulit sintetis dan kecil maka punya saya sekarang sudah sobek. Cek gambar dibawah, sudah saya berikan tanda.
Jika anda ingin membeli tas Oakley Works Pack 30L, pastikan dulu tas ini sesuai dengan kebutuhan dan kegiatan anda nantinya. Tas ini cocok untuk digunakan dalam waktu jangka panjang. Untuk harga di website resmi Oakley sekitar $90.00 atau sekitar Rp.1.170.000 dan menurut saya harganya worthed dengan kualitasnya. Dari pada bolak balik gonta ganti tas lebih baik anda membeli satu tapi kualitas bagus dan kedepannya bisa menjadi investasi anda. Tapi ya tergantung selera juga sih. ;)

Lihat video review saya tentang Oakley Works Packs 30L dengan tampilan dan detail yang lebih lengkap.

Sabtu, 06 Juni 2015

Jalan-Jalan di Kota Jambi Dalam Sehari

Pernah jalan-jalan di kota Jambi? Pasti anda tahu beberapa tempat yang wajib dikunjungi saat berada di kota ini. Tapi sayangnya, saat ini beberapa tempat yang seharusnya dikunjungi tidak sempat untuk didatangi. Padahal pengen banget berkunjung ke Candi Muaro Jambi dan Danau Kerinci.
Sumber :Koleksi Foto Jambi Tempo Doloe
Jadi ceritanya saat ini saya dititip ke Jambi untuk sehari semalam. Karena tujuan utama saya ke Jambi sebenarnya untuk tugas kerja di daerah Gragai. Tapi karena ternyata jadwal customer yang diberikan keliru, akhirnya saya minta untuk di"buang" ke kota Jambi saja dari pada harus balik ke Jakarta dan besoknya balik lagi ke Gragai di jam penerbangan pertama (harus berangkat jam 4:30 ke bandara). Selain tidak efisien, juga melelahkan. Trus kenapa gak nunggu aja di Gragai? Soalnya kalau saya tetap tinggal disana, mau tidak mau argo "jasa" saya akan jalan dan harus dicharge ke customer. Hehehe..




Oke, setelah confirm ke Jambi, ide pun muncul. Langsung saya planning untuk mereview beberapa tempat wisata yang ada di kota Jambi. Sekalian untuk tambah kategori baru di blog ini. Malamnya sebelum berangkat, semua yang perlu dibawa saya siapkan. Pakaian dan dokumen kantor ditinggal saja di penginapan Gragai, dititipkan ke teman. Saya cuma bawa bagpack kesayangan, pakaian ganti untuk satu hari, sarung, sneakers, sendok darurat, dan beberapa alat pendukung lainnya. Ini outfit yang disiapkan.

Tadi pagi (sabtu 6 Juni 2015), saya dijemput sama driver customer. Selama diperjalanan ada satu objek yang perlu saya share ke anda. Menurut cerita orang-orang disini, Jambi merupakan daerah yang memilik hasil bumi 2 minyak yaitu minyak bawah dan minyak atas. Minyak bawah seperti yang kita ketahui pada umumnya yaitu crude oil atau minyak mentah yang akhirnya dijadikan sebagai sumber energi. Minyak atas sendiri yaitu minyak yang berasal dari pohon yaitu pohon kelapa sawit. Dalam perjalanan dari Gragai ke kota Jambi, saya sempatkan memfoto satu daerah yang sepertinya bekas hutan yang diratakan. Sepertinya sih ini hutan kelapa sawit yang diambil hasilnya tapi tidak direboisasi.
Selama perjalanan, sambil browsing lokasi mana saja yang akan saya datangi. Dan setelah disurvei, ternyata ada satu jalan yang saya istilahkan sendiri sebagai "Jalan Wisata Jambi". Hehehe... Kenapa saya bilang begitu, soalnya ini jalan melewati 4 lokasi wisata yaitu Jembatan Pedestrian dan Menara Gentala Arasy, pasar Angso Duo, masjid Agung Al Falah, dan akhirnya menuju hotel tujuan saya yaitu hotel Aston Jambi. Sebenarnya ada 5 sih, yang satunya itu Museum Perjuangan Rakyat Jambi tapi lokasi yang satu ini belum saya masukkan ke list review dan masih dalam tahap renovasi sepertinya. Coba cek peta yang sudah saya tandai dibawah ini. Benar-benar "Jalan Wisata Jambi" kan? ;)
Oh iya, cukup jalan kaki saja untuk menikmati kawasan ini soalnya kalau menggunakan transportasi kita harus putar jauh dan tidak bisa melawati jalur ini dikarenakan lawan arah. Lokasi pertama yang saya datangi adalah Jembatan Pedestrian dan Menara Gentala Arasy . Di lokasi ini, sebenarnya akan ramai saat sore hari. Tapi saya sengaja datang pagi (sekitar jam 9.00) karena saya niat foto-foto objek jembatan dan pengunjung masih sepi. Dan ternyata memang masih sepi jam segitu. Sudah ada beberapa penjual tapi belum semua. Sebenarnya dilokasi ini lebih keren jika ditujukan untuk foto-foto dan wisata kuliner. Kulinernya ramai saat sore hari, kalau jam seperti ini masih sepi.
Jembatan Pedestrian dan Menara Gentala Arasy di Jambi
Dari Jembatan Pedestrian dan Menara Gentala Arasy, saya jalan kaki menuju arah selatan. Perjalan kaki tidak sampai 10 menit untuk ke lokasi berikutnya yaitu pasar Angso Duo. Alasan saya kesini karena penasaran dengan beberapa artikel yang menyebutkan ini pusat lokasi jual barang import bekas. Mulai dari pakaian, tas, sepatu, perabot, dan lain-lain yang berasal dari brand terkenal. Harganya juga jauh lebih murah. Waktu saya tiba di pasar Angso Duo ternyata memang seperti itu dan disitu juga merupakan pasar untuk kebutuhan sehari-hari seperti tradisional lainnya yang ada di daerah lainnya. Untuk ulasan lebih lengkap mengenai pasar Angso Duo akan saya ulas di postingan terpisah.

Dari pasar Angso Duo, berikutnya menuju ke masjid Agung Al-Falah yang katanya juga dijuluki sebagai masjid 1000 tiang. Posisinya tidak jauh dari pasar Angso Duo. Saya tinggal jalan kaki lagi dan setelah sampai di ujung pasar, tiang masjid Agung Al-Falah pun sudah kelihatan. Paling tidak waktu tempuh menuju masjid ini sekitar 5 menit saja. Nah, kalau kesini jangan cuma foto-foto ya.. Sempatkan dulu sholat sunnah Tahiyatul Masjid 2 rakaat ya. Biasanya disebut sholat sunnah ketika masuk masjid. Kan enak, sambil jalan dapat pahala, biar jalan-jalannya barokah. :D Ulasan dan foto lengkap mengenai masjid Agung Al-Falah Jambi akan saya share di postingan berikutnya.


Nah, setelah dari masji agung Al-Falah, lanjutkan lagi jalan kaki ke Selatan. Tidak jauh juga dari masjid ini, kita akan sampai di Museum Perjuangan Rakyat Jambi. Karena saya harus buru-buru booking hotel akhirnya lokasi ini tidak saya singgahi. Saya melanjutkan jalan kaki ke arah Selatan dan ada objek yang perlu saya share juga. Yup, ada Tugu Pers.. Sepertinya ini salah satu monumen kebanggaan Jambi. Apa monumen ini berhubungan dengan Pers/Wartawan? Saya juga belum tahu. 
Tidak jauh dari monumen Tugu Pers, akhirnya sampai juga di hotel Aston Jambi. Saya tiba di hotel Aston Jambi sekitar pukul 12:00 siang. Kalau foto yang dibawah saya pasang yang sudah malam soalnya waktu siang tidak sempat ambil foto. Fikirannya sudah pengen tepar di kamar hotel.
Saya juga akan mereview lengkap mengenai hotel Aston Jambi beserta video dan foto-fotonya di postingan terpisah. Nah, waktu sampai di hotel tidak fikir panjang. Langsung buang badan di kasurnya yang empuk. Saya tidur sampai sore sampai sekitar jam 17:30. Setelah mandi menuju ke Sky Lounge lantai paling atas gedung. Mumpung gratis jadi sekalian saja di maksimalkan enjoynya. ;)

Setelah menunggu malam di Sky Lounge Aston Jambi, saya turun cari makan. Ternyata dari siang saya belum makan gara-gara keasyikan jalan. Ada tempat makan Seafood yang enak disebelah hotel Aston Jambi. Namanya tempat makannya WR. Ayo Mampir. Sebenarnya aksi balas dendam juga sih, dari tadi siang tidak makan akhirnya saya pesan ikan Gurami bakar 7 ons, nasi uduk, tahu tempe, dan es teh manis. Oh iya, nasi uduknya tambah 1 piring lagi. Hehehe... Estimasi saya bakal habis 100ribuan lebih tuh tapi ternyata cuma Rp.85.000 saja. Yaa mungkin ini di Jambi, kalau di Jakarta tidak ada seafood semurah ini.
Sekian cerita jalan-jalan di kota Jambi saya. Perjalanannya cuma sehari saja dan tidak banyak lokasi yang bisa didatangi. Lain kali jika ada kesempatan ke Jambi, akan saya planning ke candi Muaro Jambi dan danau Kerinci. Semoga sharing ini bermanfaat ya..

Selamat jalan-jalan..




Jumat, 05 Juni 2015

Kartu Kredit Pertamaku dari Citibank

Sebelum tulisan ini dibuat, saya pernah menulis tentang pengalaman mengajukan aplikasi kartu kredit bank Mandiri via online di Kaskus. Sampai tulisan ini dibuat, belum ada tanda-tanda kartu kredit dari bank Mandiri akan dikirim. Tapi memang belum 2 minggu sih sejak pihak bank menelpon untuk mengkonfirmasi data. Statusnya sekarang masih menunggu.. :)
Tapi hari ini (5 Juni 2015) ada surprise dari Citibank. Awalnya saya iseng cek saldo Citibank via aplikasi Citibank mobile, ternyata ada yang tidak biasa dari tampilannya. Ada Citibank VISA..!! Yup...pengajuan kartu kredit saya ternyata sudah diapprove dengan limit yang menurut saya sangat banyak untuk pengguna kartu kredit baru.
Sebenarnya bukan hal yang luar biasa sih, alasan saya harus menggunakan kartu kredit sudah dishare di postingan di INI. Disini saya cuma ingin sharing pada anda bagaimana caranya agar aplikasi kartu kredit anda dapat diapprove oleh bank. Karena tidak sedikit orang-orang yang seperti saya. Dimana kartu kredit dibutuhkan sebagai penunjang pekerjaan mereka, misalnya untuk biaya transportasi, hotel, dan lain-lain.




Sebelum melanjutkan sharingnya, saya menekankan dulu kalau ini hanya review dari saya pribadi. Karena yang lebih tahu alasan aplikasi kartu kredit saya diterima atau tidak hanya dari pihak Citibank sendiri.

Bagaimana saya bisa mendapatkan kartu kredit Citibank? Begini kronologisnya:
  • Seingat saya, terakhir kali mengajukan aplikasi kartu kredit Citibank sekitar bulan Januari 2015. Saat itu teman kantor saya kedatangan orang Citibank dan mengajak teman kantor yang lain ikutan untuk mengajukan aplikasi dengan menyertakan berkas-berkas. Kalau tidak salah, berkas yang dibutuhkan yaitu scan KTP, NPWP, ID Card karyawan, Kartu Debit Citibank, dan slip gaji terakhir.
  • Tapi waktu itu saya belum genap 1 bulan menjadi karyawan tetap / permanent, jadi untuk slip gaji tidak bisa saya sertakan. Pihak Citibank awalnya menanyakan dulu apakah gaji perbulan di atas 5 juta? Setelah menjawab pertanyaannya baru saya diberi form aplikasinya. Sepertinya ini salah satu syarat. Dan ada lagi, kalau tidak salah ingat pendapatan minimum per tahun harus sekitar 60 juta rupiah. CMIIW
  • Waktu itu saya bilang akan mengirim slip gajinya via email kalau sudah tanggal gajian. Orang Citibanknya pun bilang tidak masalah, katanya isi form aplikasinya saja dulu terus ditandatangani. Tapi ternyata.. Belum tanggal gajian, sudah ada SMS cinta dari Citibank kalau aplikasi pengajuan kartu kredit saya di tolak.
  • Oh iya, sebelumnya saya sudah memiliki nomor rekening dan kartu debit dari Citibank. Dulunya orang Citibank pernah datang ke kantor. Katanya karena ada kerja sama antara Citibank dengan kantor saya maka karyawannya bisa mendapatkan akun baru Citibank dengan syarat payrollnya di pindah ke Citibank. Padahal payroll saya dari dulu sampai sekarang masih tetap di bank Mandiri. Citibank hanya sebagai rekening tabungan saja. Jadi sepertinya bisa saya simpulkan kalau faktor ini bukan jadi penentu disetujui atau tidaknya aplikasi kartu kredit Citibank.
  • Tapi akhirnya pada tanggal 27 Mei 2015, pihak Citibank menelpon saya lagi. Seperti biasanya, dia menanyakan data-data yang pernah diisi di form aplikasi. Berarti form yang saya isi dulu masih disimpan walaupun sudah diberitahu kalau sebelumnya saya ditolak
  • Tanggal 4 Juni 2015, pihak Citibank menelpon kembali. Katanya untuk konfirmasi data lagi. Saya juga sebenarnya saat itu masih bingung, ini kok malah nanya pertanyaan yang sama lagi? Tapi diakhir pembicaraan, Citibank bilang kalau kartu akan dikirim sekitar 1 minggu. Loh... heh...Sebenarnya masih belum yakin sih. Tapi setelah lihat saldo tadi, akhirnya yakin juga kalau kartu kredit Citibank saya diterima.
  • Tanggal 12 Juni 2015, akhirnya kartu Citi Rewards dari Citibank sampai ditangan.

Jadi seperti itu kronologisnya, mungkin anda juga ada yang mirip dengan kondisi saya. Saran saya jangan berhenti berusaha. Tetap ajukan aplikasi kartu kredit ke bank yang anda inginkan. Tapi jangan asal pilih bank ya... Soalnya kata teman-teman kalau mau cepat dapat kartu kredit lebih baik kirim aplikasi ke bank mana saja. Walaupun bank kecil, tetap diajukan saja sebagai pemancing diterimanya pengajuan kartu kredit ke bank yang diinginkan sebenarnya. Nah, statement seperti ini menurut saya pribadi tidak perlu diikuti deh. Mending coba saja terus menerus ke bank yang sebenarnya anda inginkan. Maksimal ajukan ke 3 bank besar. Bank itu punya tim analis, mereka sudah dilatih untuk menganalisa orang-orang yang memang bisa menggunakan kartu kredit. Jika anda ingin mengajukan kartu kredit Citibank via website, silahkan klik link berikut :
PENGAJUAN KARTU KREDIT CITIBANK
Kartu kredit itu alat bantu untuk hidup. Jangan sampai hidup anda tidak bisa lepas dari kartu kredit. Bijaklah dengan kartu kredit. :)