Rabu, 18 Januari 2017

Cara Belanja di Toko Online

Saat ini, semakin berjalannya waktu membuat kebutuhan akan suatu produk semakin bermacam-macam. Kebutuhan primer, sekunder, dan tersier pun semakin samar untuk dibedakan. Internet juga semakin berperan penting dalam kegiatan jual beli secara online. Masyarakat Indonesia juga semakin melek dengan perdagangan via online.
Akan tetapi, untuk masa-masa sekarang bisa dikatakan adalah masa transisi. Semakin banyak toko online yang bermunculan. Baik dari dalam negeri maupun yang dulunya bermain di luar negeri sekarang ikut meramaikan pasar online di Indonesia. Sayangnya, untuk para calon pembeli baru, belanja online paling sering dipertanyakan prosedurnya dan keamanan belanjanya.

Berdasarkan pengalaman yang sudah melakukan belanja online dari tahun 2009, suatu hal yang paling mahal sebenarnya bukan masalah uangnya. Tapi kepercayaan pembeli pada suatu toko online. Jika seseorang pernah belanja di satu toko online dan merasa puas dengan pelayanan dan barang yang dibelinya, maka kedepannya jika membutuhkan barang yang sama pasti menghubungi penjual tadi. Kebanyakan para pembeli tidak ingin mengambil resiko lagi untuk belanja di tempat lain. Cara belanja di toko online, secara umum memiliki prosedur yang sama

Pilih Barang

Tentunya kita ke toko online memiliki tujuan utama memilih barang yang akan dibeli. Ya kadang sih kita hanya sekedar melihat-lihat dan membandingkan harga di toko online satu dengan yang lainnya. Pilihlah barang yang ingin anda beli, jika pada satu toko online menyediakan beberapa barang yang sama, langsung dibandingkan saja dari beberapa parameter, Mulai dari harga, kualitas, status penjual, dan testimoni/ulasan para pembeli yang sudah melakukan belanja online pada toko tersebut.

Pembayaran

Setelah memilih barang, pembayaran dilakukan ke penjual / toko online. Saat ini, para pemilik toko online sudah menyediakan beberapa alternatif untuk melakukan pembayaran seperti transfer via ATM, internet banking, e-cash, kartu kredit dan lain sebagainya. Hampir semua bank di Indonesia sudah menyediakan fasilitas ini jadi sepertinya tidak perlu bingung untuk memilih bank apa yang harus anda miliki. Akan tetapi, agar sedikit hemat pilihlah bank yang sesuai dengan toko online. Maksudnya agar anda tidak dikenakan biaya tambahan jika transfer antar bank lain. Setelah melakukan transfer, jangan lupa konfirmasi. Ikuti saja peraturan tiap-tiap toko online bagaimana cara melakukan konfirmasi pembayarannya.

Pengiriman

Disinilah yang banyak para pembeli online merasa resah. "Duh, barangnya dikirim gak ya?". Hehehe. Takut tertipu dengan seller atau toko online. Apalagi toko online tersebut masih baru dan masih belum banyak pembeli disana. Bukan tidak mungkin, toko online yang sudah punya nama pernah bermasalah dengan pengiriman. Tapi perlu diingat, untuk masalah pengiriman kita tidak bisa menyalahkan sepenuhnya kepada penjual atau toko online. Kewajiban penjual hanya sebatas menyerahkan nomor resi pengiriman barang. Jika nomor resi telah diberikan penjual ke anda berarti mereka sudah mengirimkan barang yang anda beli. Setelah itu adalah tanggung jawab ekspedisi seperti TIKI, JNE, Kantor Pos, DHL, dll. Ekspedisi yang membawa barang anda dari lokasi penjual ke tempat anda.

Itulah secara umum prosedur untuk melakukan belanja online. Tidak semua toko online terikat dengan prosedur di atas. Bisa jadi ada toko online yang melakukan pengiriman menggunakan kurir pribadi, pembayaran barang tidak harus berupa uang (misalnya tukar / barter barang), bahkan pengiriman barang dilakukan oleh sendiri atau ketemuan langsung antara penjual dan pembeli yang biasa disebut Cash On Delivery (COD).

Semoga bermanfaat. :)



Cara Beli Tiket Pesawat Online di Traveloka

Beli tiket online sebenarnya sudah lama ada, akan tetapi dulunya kita hanya datang ke counter atau travel tiket dan petugasnya lah yang membelikan kita tiket secara online. Biasanya jika menggunakan jasa travel akan ada biaya tambahan lain misalnya biaya admin dan jasa lainnya. Maka dari itu sekitar 2 -3 tahun lalu mulai banyak jasa-jasa tiket online yang bermunculan. Dan akhir-akhir ini Traveloka semakin trend karena mungkin sering promosi di media-media. Menurut saya Traveloka merupakan jasa travel yang harga tiketnya sangat bersaing.
Untuk praktek kali ini, saya berencana membeli tiket pesawat untuk mudik lebaran. Sebenarnya saya ingin membeli tiket langsung saja ke maskapainya seperti sebelum-sebelumnya, tapi penasaran ingin coba membeli di Traveloka saja. Banyak teman saya yang merekomendasikan untuk beli di Traveloka jadi apa salahnya mencoba. Sekalian belajar untuk pengalaman pertama beli tiket online di Traveloka.

Saya membeli tiket mudik di Traveloka siang tadi (3 Juni 2015) untuk penerbangan dari Jakarta ke Makassar (pergi - pulang). Tiket yang dibeli ada 4 dimana 3 tiket untuk dewasa dan 1 untuk bayi. Maskapainya yaitu Sriwijaya Air karena selain paling murah, maskapai ini juga memiliki pelayanan yang baik, jarang delay, dan dapat snack juga.


Mari beli tiket..!! :)
  • Karena iklannya sudah banyak di TV, internet, koran, dll nama Traveloka gampang banget untuk diingat. Masuk ke website www.traveloka.com dan tampilan websitenya sangat user friendly. Kemudian pilih kota asal keberangkatan dan kota tujuan. Ada tiga langkah awal untukk membeli tiket di Traveloka yaitu Tujuan Penerbangan, Waktu Penerbangan, dan Jumlah Penumpang. Contoh dibawah yaitu saya membeli tiket pulang pergi Jakarta - Makassar untuk 3 penumpang dewasa dan 1 penumpang bayi.
  • Kemudian klik "Cari Tiket" dan muncul list penerbangan dari berbagai maskapai. Saya memilih urutan pertama untuk penerbangan pergi dengan rute Jakarta - Makassar dengan maskapai Sriwijaya.
  • Setelah itu, saya memilih penerbangan pulang untuk rute Makassar - Jakarta menggunakan maskapai Sriwijaya juga. Kebetulan harganya paling murah juga dibandingkan maskapai lainnya.
  • Penerbangan pergi dan pulang telah dipilih, kemudian akan tampil resume penerbangan yang dipilih. Saya review kembali dan memastikan jadwal keberangkatan tidak keliru. Jangan terpaku dulu dengan harga per orangnya karena sepertinya ini belum termasuk harga tiket untuk bayi. Klik "Pesan Sekarang" !
  • Masuk ke step berikutnya yaitu bagian "Isi Data". Ada beberapa kolom form yang harus diisi yaitu data si pemesan tiket. Karena dicontoh ini saya si pemesan tiket maka formnya diisi dengan data pribadi saya. Nama, No HP, dan email.
  • Setelah klik "Lanjutkan" maka akan ada pop up untuk mengingatkan lagi untuk memastikan alamat email yang diisi sudah benar. Karena tiket yang sudah dibeli nanti akan dikirim ke email tersebut.
  • Setelah sudah memastikan alamat email, kemudian isi nama-nama penumpang sesuai di KTP (tanpa gelar dan tanda baca). Masih pada step yang sama di "Isi Data", saya mengisi 3 nama penumpang dewasa dan 1 nama penumpang bayi. Kategori bayi yang dimaksud oleh Sriwijaya yaitu bayi yang berumur 0 - 23 bulan, lingkar pinggangnya tidak melebihi 40cm, dan kepala bayi tidak melebihi tinggi hidung orang dewasa ketika dipangku. Untuk info lengkap mengenai penumpang pesawat bayi silahkan baca di SINI.


  • Setelah mengisi semua data penumpang, maka akan tampilan total harga tiket yang harus dibayar setelah ini. Dari gambar di atas tertulis jumlah harga tiket yaitu Rp.7.267.798, sudah include untuk semua penumpang dan rute pulang-pergi Jakarta - Makassar. Klik "Lanjut ke Pemesanan". Silahkan ditunggu dan ada kejutan kecil untuk contoh ini..

  • Yihaaaa.... Alhamdulillah dapat sedikit rezky Ramadhan. Tiba-tiba ada pembaharuan harga dan harganya jadi turun dari Rp.7.267.798 menjadi Rp.6.338.100. Diskonnya lumayan buat beli baju lebaran. Hehehe..
  • Setelah itu, step berikutnya adalah "Review" dimana semua data penerbangan mulai dari jadwal penerbangan, nama penumpang, dan harga terbaru tertera jelas. Teliti baik-baik semua data yang telah diisi sebelum klik "Lanjut kePembayaran".
  • Untuk dibagian step "Pembayaran", akan ada konfirmasi bahwa data yang diisi sebelumnya sudah terkonfirmasi oleh Traveloka. Ada no pesanan, waktu batas pembayaran, jumlah yang harus dibayar, dan metode pembayaran.
  • Di praktek ini, saya memilih metode pembayaran "transfer" karena saya akan melakukan pembayaran menggunakan aplikasi Mandiri mobile. Total harga tiket yang harus dibayar adalah Rp.6.337.153.
  • Klik "Bayar Melalui Tranfer" dan akan muncul pop-up peringatan. Baca baik-baik syarat dan ketentuan transfer karena fasilitas ini adalah salah satu yang disediakan Traveloka agar transaksi berjalan dengan aman.
  • Setelah dibaca, klik "Saya Setuju" dan proses pembayaran bisa dimulai.
  • Kemudian lakukan pembayaran. Saya akan transfer pembayarannya ke rekening Traveloka dari Bank Mandiri. Selain disini, ada juga petunjuk cara pembayaran yang dikirim ke email

  • Saya melakukan pembayaran dan berhasil.
  • Kemudian, masih dihalaman yang sama. Klik "Konfirmasi transfer saya" untuk memberitahukan ke Traveloka jika kita sudah melakukan pembayaran.
  • Isi form konfirmasi pembayaran dengan nama pemilik rekening, jumlah yang ditransfer, bank yang digunakan untuk pembaran, bank tujuan pembayaran, dan keterangan tambahan bila perlu.
  • Setelah form konfirmasi diisi, klik "Konfirmasikan" dan tunggu beberapa saat sampai sistem Traveloka sudah memeriksa pembayaran.
  • Sambil menunggu, beberapa saat kemudian ada sms yang masuk ke nomor handphone dari Traveloka
  • Voilaaaa....Kurang dari 20 menit, tiket sudah sampai ditangan. Traveloka mengirim e-ticket ke email saya.
  • Di step terakhir website Traveloka juga berubah statusnya "E-Tiket Terbit". Anda bisa download tiket dari email atau dari website step terakhir di Traveloka
  • Akhirnya tiket sudah ada untuk mudik lebaran.
Setelah berhasil untuk membeli tiket online di Traveloka sebagai orang yang baru pertama kali belanja di Traveloka. Dapat saya simpulkan bahwa untuk membeli tiket sangat mudah dan aman. Tidak butuh waktu yang lama agar tiket pesawat sudah ada di tangan sendiri. Dengan tampilan yang user friendly membuat saya pribadi nyaman berlama-lama di website Traveloka.

Mohon maaf sebelumnya jika beberapa gambar ada yang disensor untuk alasan privasi penulis. Saya sebagai penulis cukup men-sharing pengalaman pertama kali saya dalam beli tiket pesawat online di Traveloka. Bravo !


DISCLAIMER : Artikel ini adalah pindahan dari blog lain saya (http://carbelon.blogspot.co.id). Blog tersebut sebentar lagi akan saya tutup.


Jumat, 13 Januari 2017

Cara Mengetahui Nama Korea Kamu

Annyeong...
Setelah saya share Cara Mengetahui Nama Jepang Kamu, kali ini saya akan share bagaimana cara mengetahui nama versi Korea kamu. Walaupun bukan asli tapi akan sesuai dengan nama kamu. Silahkan klik link di bawah ya :




Setelah masuk ke link itu, pilih dulu jenis spesies apa kamu. Kalau cowok (Male) dan cewek (Female). Sorry, gak ada shemale ya. Hehehe

Setelah itu "Type your name" alias tulis nama lengkapmu dan "CLICKKK"!
Nama Korea kamu akan muncul, Nah, apa nama Korea mu, share dong :)

Rabu, 11 Januari 2017

Tutup Polis Asuransi AIA

Asuransi berkedok Citibank yang ternyata asuransi AIA.

Saya singkat saja kronologisnya, kejadian ini (auto debet) ternyata sudah berjalan selama 4 bulan sejak tulisan ini dibuat. Pada bulan Juli 2016, saya ditelpon oleh seorang marketing yang ngakunya dari pihak Citibank. Dipercakapan itu dia memberitahu kalau saya mendapat reward asuransi dari Citibank karena sudah menjadi nasabahnya. Saya memang nasabah Citibank dan memiliki rekening tabungan dan kartu kredit di sana.
Hasil dari pembicaraan di telpon, akhirnya saya menyetujui penawaran tersebut dan melakukan konfirmasi penyetujuan untuk mengambil produk asuransi Citibank. Bagaimana tidak? Kata marketingnya "TIDAK ADA TAMBAHAN TAGIHAN DI KARTU KREDIT UNTUK BULAN BERIKUTNYA DST". Dan pernyataan itu pun saya ulangi tanyakan beberapa kali dan jawabannya pun masih sama dengan statement sebelumnya. Jadi saya anggap tidak akan ada pembayaran premi atau biaya apapun karena ini adalah "hadiah" dari Citibank. Saya memang ada pembayaran cicilan tiap bulan dengan layanan EazyPay Citibank. Karena alasan ini juga, saya tidak menyadari kalau yang saya bayar bukan cuma cicilan, tapi ada premi asuransi juga.




Bulan September 2016 akhirnya polis saya terbit dan dikirim ke kantor. Yang bikin saya heran adalah kenapa ada polis asuransi dari AIA padahal saya merasa tidak pernah mengajukan asuransi ini. Sejak itu, setiap menjelang akhir bulan selalu ada SMS notifikasi dari AIA untuk melakukan pembayaran premi senilai Rp509.220. Tentunya saya tidak akan bayar karena memang saya merasa tidak pernah apply ke asuransi ini. Nah, disini kesalahan saya juga, karena tidak pernah memeriksa deskripsi semua tagihan dari Citibank. Tiap bulan ketika ada tagihan via SMS dari Citibank, langsung saja saya bayar. Dan baru bulan ini, tepatnya kemarin pagi (10 Januari 2017) saya tidak sengaja cek deskripsi tagihan yang ternyata ada auto debet setiap bulan untuk membayar premi. Ini sedikit screenshot nya :
Hari itu juga langsung saya telpon ke AIA untuk tutup polis. Pihak AIA awalnya mengatakan rugi kalau berhenti sekarang, bla..bla..bla.. Tapi karena tidak mau memperpanjang masalah, saya minta dipercepat saja prosesnya, dari pada kelamaan dengar rayuan gombal mereka lagi. Akhirnya pihak AIA bilang kalau polis sudah ditutup dan harus mengisi form "Permohonan Pembatalan Polis" lalu dikirim ke kantor AIA beserta buku polisnya.
Setelah itu saya contact Citibank untuk menanyakan tentang auto debet kartu kredit apakah bisa ditutup atau tidak. Dan seperti yang saya duga jawabannya "tidak bisa", karena ini tergantung dari pihak asuransinya. Info dari Citibank, seharusnya saya mendapatkan bukti pemberhentian via email ataupun SMS dari AIA. Sampai tulisan ini dibuat, bukti/notifikasi dari AIA masih belum ada. Sayapun sudah mengirim email ke AIA untuk meminta bukti pemberhentian tersebut. Kita lihat saja bagaimana perkembangannya nanti.

Update (12 January 2017) : Notifikasi SMS untuk penutupan polis sudah dikirim dari AIA. Status polis sudah tidak aktif dan untuk batal polis masih dalam proses verifikasi.
Memang rasanya sangat rugi karena dengan tidak sengaja saya membayar premi AIA selama 3 bulan. Bahkan waktu saya menutup polis, tagihan bulan ini pun harus dibayar saat pembayaran berikutnya dan total premi yang dibayar adalah 4 bulan alias 2 juta lebih. Bahkan tidak sepeser pun premi yang telah dibayar akan dikembalikan alias hangus semua. Mudah-mudahan dapat menjadi pelajaran untuk kamu jika mendapat tawaran asuransi. Semoga bermanfaat..

Senin, 09 Januari 2017

Hasil Pengajuan Kartu Kredit Mandiri via Kaskus

Sebelum kamu membaca lanjutan tulisan ini, sebaiknya baca tulisan pengalaman saya sebelumnya di "Aplikasi Kartu Kredit Mandiri via Online di Kaskus". Karena tulisan ini merupakan laporan hasil pengajuan kartu kredit saya via online atau lebih tepatnya di Kaskus dengan agan Asep.

Dan hasil akhirnya adalah.... Jeng..jeng..jeng...... DITERIMA.. yeeee... :) *alay

Sebenarnya tulisan ini dibuat sangat lama jeda waktunya dari waktu kartu kredit dikirim ke kantor. Saya menerima kartu kredit sekitar 3 bulan sejak aplikasinya dikirim ke Pak Asep. Saran saya sih, rajin-rajin aja tanya statusnya ke beliau tapi jangan pakai ngotot nanyanya ya. Pak Asep pasti kasih jawaban walaupun jawabannya belum sesuai harapan tapi pada akhirnya hasilnya memuaskan, recommended lah pak Asep ini. Kalau mau ke lapaknya, silahkan ke link di bawah.




Ada 2 jenis kartu kredit yang dikirim yaitu kartu utamanya adalah Mandiri Sky Z dan kartu tambahan Mandiri Gold. Alhamdulillah dikasih limit Rp10,000,000 dan itu sudah cukup untuk digunakan keperluan kantor. Kadang juga sih dipakai untuk keperluan pribadi kalau pas gaji belum turun.


Untuk kartu tambahan Mandiri Gold dipegang istri jadi tidak sempat foto. Mudah-mudahan tulisan ini berguna untuk kamu ya. Thanks for read it. Salam

Minggu, 14 Juni 2015

Jembatan Pedestrian dan Menara Gentala Arasy di Jambi

Jembatan Gentala Arasy adalah salah satu ikon dari kota Jambi. Jembatan ini mulai dibangun pada tahun 2012 dan telah diresmikan oleh bapak Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden. Sebenarnya ada dua objek di lokasi ini, yaitu menara Gentala Arasy dan jembatan Pedestrian. Tapi kebanyakan orang-orang menyebutnya jembatan Gentala Arasy. Lokasi ini adalah salah satu objek wisata di kota Jambi dan tidak afdol jika tidak kesini saat anda sedang berada di Jambi 
Jembatan Pedestrian merupakan jembatan untuk pejalan kaki. Bentuknya yang menyerupai huruf "S" ini terbentang berkelok-kelok di atas sungai Batanghari yang kira-kira panjang jembatannya sekitar 530 meter. Jembatan ini dibuat bukan untuk kendaraan, tapi hanya khusus untuk pejalan kaki. Sangat cocok untuk yang mau jogging. 
Menara Gentala Arasy merupakan sebuah museum dimana secara umum merupakan museum yang menceritakan tentang sejarah masuk dan berkembangnya agama Islam di kota Jambi. Bentuk menara ini pun sangat unik dan sangat "islami'. Bahkan awalnya saya mengira kalau itu adalah bangunan masjid.




Selain itu juga, diujung jembatan Gentala Arasy ini merupakan pusat kuliner dan tempat nongkrong di sore hari sampai malam hari. Banyak pedagang kuliner yang bisa dinikmati. Selain itu kita juga bisa menikmati pemandangan jembatannya. Dan jangan lupa, take a picture! Foto dari berbagai angle dan ambil gaya andalanmu. Hehehe.. Saran bagi anda sebagai photographer, sebaiknya ambil magic hours saat pagi hari. Karena diwaktu pagi, suasana jembatannya masih sepi dan belum banyak orang yang berlalu lalang.
Untuk masuk ke jembatan Gentala Arasy ini anda tidak perlu membayar ongkos tiket karena memang tidak ada loket tiket. Kita dapat naik ke jembatan Pedestrian dengan gratis sambil menikmati pemandangan dari atas jembatan. Kita juga dapat melihat kondisi lalu lintas sungai Batanghari yang tidak pernah sepi dari lalu lalangnya perahu dan kapal kecil. 
Jika anda ingin menikmati jalan-jalan di sungai menggunakan perahu. Coba saja sewa perahu yang ada di sekitar jembatan. Banyak perahu yang berjejer disekitar jembatan Gentala Arasy, apalagi di sepanjang sungai Batanghari ini. Untuk melihat suasana lebih lengkap di sekitar jembatan Pedestrian dan menara Gentala Arasy, silahkan nonton video rekaman ADambition di channel Youtube.

Minggu, 07 Juni 2015

Review Tas Oakley Works Pack 30L Pemakaian Sudah 1 Tahun

Oakley Works Pack 30L adalah tas punggung dari Oakley yang dari namanya ditujukan untuk pekerja. Tas ini direlease sekitar awal tahun 2014. Tas ini nyaman dan cocok untuk memuat barang-barang keseharian saya. Oakley Works Pack 30L ini juga sudah digunakan sejak tahun 2014 yang lalu. Jadi pemakaiannya sudah 1 tahun (tulisan ini dibuat pada tanggal 6 Juli 2015) dan ini juga belum pernah dicuci. Warna hitamnya masih tetap dan tidak usang/pudar. Saya memakai tas ini setiap pergi ke kantor dan juga saat traveling ke luar kota. Penggunaannya seimbang antara indoor dan outdoor. 
Oakley Works Pack 30L ini memiliki kantong utama yang besar dan didalamnya sudah ada space untuk laptop. Tas ini bisa memuat laptop sampai dengan ukuran 17 inch karena laptop yang sering saya bawa berukuran 14 inch dan masih banyak space yang kosong (di deskripsi website resmi Oakley disebut hanya sampai 15 inch). Bisa digunakan untuk memuat charger, kotak makan, payung kecil, buku/dokumen, dan peralatan seharian saya lainnya.

Selain kantong utama, ada beberapa yang lebih kecil ukurannya. Biasa saya gunakan untuk menyimpan dompet, uang receh, passport, botol air minum, dan ada juga kantong yang khusus didesain untuk kacamata. Saya sangat suka tempat botol air minum yang disisi samping kiri dan kanan karena botolnya dapat masuk penuh ke dalam kantong, tidak terlihat oleh orang lain.




Tas ini berkapasitas 30 liter yang untuk saya pribadi sangat cocok. Apalagi didukung dengan badan saya yang besar jadi terlihat lebih fit dari sisi fashionnya. Ukuran dimensi tasnya yaitu tinggi 20 inch, lebar tasnya 9 inch, dan ketebalan maksimal 14 inch. Kan tidak lucu kalau badan besar tapi pakai tas kecil seperti anak TK. :)

Dari sisi material sangat kuat dan ada juga sisi yang tidak terlalu kuat. Sisi depan sudah tidak diragukan kekuatannya. Bolak balik kebentur tembok, pagar, tanah, dan jatuh dari ketinggian masih tidak memberi efek apa-apa, cuma kotor sedikti saja. Tapi untuk sisi belakang (yang nempel punggung) tidak begitu kuat apabila tersangkut benda tajam seperti paku atau benda lancip lainnya. Ada juga pengait kacamata di bagian holder tapi karena bahannya dari kulit sintetis dan kecil maka punya saya sekarang sudah sobek. Cek gambar dibawah, sudah saya berikan tanda.
Jika anda ingin membeli tas Oakley Works Pack 30L, pastikan dulu tas ini sesuai dengan kebutuhan dan kegiatan anda nantinya. Tas ini cocok untuk digunakan dalam waktu jangka panjang. Untuk harga di website resmi Oakley sekitar $90.00 atau sekitar Rp.1.170.000 dan menurut saya harganya worthed dengan kualitasnya. Dari pada bolak balik gonta ganti tas lebih baik anda membeli satu tapi kualitas bagus dan kedepannya bisa menjadi investasi anda. Tapi ya tergantung selera juga sih. ;)

Lihat video review saya tentang Oakley Works Packs 30L dengan tampilan dan detail yang lebih lengkap.

Sabtu, 06 Juni 2015

Jalan-Jalan di Kota Jambi Dalam Sehari

Pernah jalan-jalan di kota Jambi? Pasti anda tahu beberapa tempat yang wajib dikunjungi saat berada di kota ini. Tapi sayangnya, saat ini beberapa tempat yang seharusnya dikunjungi tidak sempat untuk didatangi. Padahal pengen banget berkunjung ke Candi Muaro Jambi dan Danau Kerinci.
Sumber :Koleksi Foto Jambi Tempo Doloe
Jadi ceritanya saat ini saya dititip ke Jambi untuk sehari semalam. Karena tujuan utama saya ke Jambi sebenarnya untuk tugas kerja di daerah Gragai. Tapi karena ternyata jadwal customer yang diberikan keliru, akhirnya saya minta untuk di"buang" ke kota Jambi saja dari pada harus balik ke Jakarta dan besoknya balik lagi ke Gragai di jam penerbangan pertama (harus berangkat jam 4:30 ke bandara). Selain tidak efisien, juga melelahkan. Trus kenapa gak nunggu aja di Gragai? Soalnya kalau saya tetap tinggal disana, mau tidak mau argo "jasa" saya akan jalan dan harus dicharge ke customer. Hehehe..




Oke, setelah confirm ke Jambi, ide pun muncul. Langsung saya planning untuk mereview beberapa tempat wisata yang ada di kota Jambi. Sekalian untuk tambah kategori baru di blog ini. Malamnya sebelum berangkat, semua yang perlu dibawa saya siapkan. Pakaian dan dokumen kantor ditinggal saja di penginapan Gragai, dititipkan ke teman. Saya cuma bawa bagpack kesayangan, pakaian ganti untuk satu hari, sarung, sneakers, sendok darurat, dan beberapa alat pendukung lainnya. Ini outfit yang disiapkan.

Tadi pagi (sabtu 6 Juni 2015), saya dijemput sama driver customer. Selama diperjalanan ada satu objek yang perlu saya share ke anda. Menurut cerita orang-orang disini, Jambi merupakan daerah yang memilik hasil bumi 2 minyak yaitu minyak bawah dan minyak atas. Minyak bawah seperti yang kita ketahui pada umumnya yaitu crude oil atau minyak mentah yang akhirnya dijadikan sebagai sumber energi. Minyak atas sendiri yaitu minyak yang berasal dari pohon yaitu pohon kelapa sawit. Dalam perjalanan dari Gragai ke kota Jambi, saya sempatkan memfoto satu daerah yang sepertinya bekas hutan yang diratakan. Sepertinya sih ini hutan kelapa sawit yang diambil hasilnya tapi tidak direboisasi.
Selama perjalanan, sambil browsing lokasi mana saja yang akan saya datangi. Dan setelah disurvei, ternyata ada satu jalan yang saya istilahkan sendiri sebagai "Jalan Wisata Jambi". Hehehe... Kenapa saya bilang begitu, soalnya ini jalan melewati 4 lokasi wisata yaitu Jembatan Pedestrian dan Menara Gentala Arasy, pasar Angso Duo, masjid Agung Al Falah, dan akhirnya menuju hotel tujuan saya yaitu hotel Aston Jambi. Sebenarnya ada 5 sih, yang satunya itu Museum Perjuangan Rakyat Jambi tapi lokasi yang satu ini belum saya masukkan ke list review dan masih dalam tahap renovasi sepertinya. Coba cek peta yang sudah saya tandai dibawah ini. Benar-benar "Jalan Wisata Jambi" kan? ;)
Oh iya, cukup jalan kaki saja untuk menikmati kawasan ini soalnya kalau menggunakan transportasi kita harus putar jauh dan tidak bisa melawati jalur ini dikarenakan lawan arah. Lokasi pertama yang saya datangi adalah Jembatan Pedestrian dan Menara Gentala Arasy . Di lokasi ini, sebenarnya akan ramai saat sore hari. Tapi saya sengaja datang pagi (sekitar jam 9.00) karena saya niat foto-foto objek jembatan dan pengunjung masih sepi. Dan ternyata memang masih sepi jam segitu. Sudah ada beberapa penjual tapi belum semua. Sebenarnya dilokasi ini lebih keren jika ditujukan untuk foto-foto dan wisata kuliner. Kulinernya ramai saat sore hari, kalau jam seperti ini masih sepi.
Jembatan Pedestrian dan Menara Gentala Arasy di Jambi
Dari Jembatan Pedestrian dan Menara Gentala Arasy, saya jalan kaki menuju arah selatan. Perjalan kaki tidak sampai 10 menit untuk ke lokasi berikutnya yaitu pasar Angso Duo. Alasan saya kesini karena penasaran dengan beberapa artikel yang menyebutkan ini pusat lokasi jual barang import bekas. Mulai dari pakaian, tas, sepatu, perabot, dan lain-lain yang berasal dari brand terkenal. Harganya juga jauh lebih murah. Waktu saya tiba di pasar Angso Duo ternyata memang seperti itu dan disitu juga merupakan pasar untuk kebutuhan sehari-hari seperti tradisional lainnya yang ada di daerah lainnya. Untuk ulasan lebih lengkap mengenai pasar Angso Duo akan saya ulas di postingan terpisah.

Dari pasar Angso Duo, berikutnya menuju ke masjid Agung Al-Falah yang katanya juga dijuluki sebagai masjid 1000 tiang. Posisinya tidak jauh dari pasar Angso Duo. Saya tinggal jalan kaki lagi dan setelah sampai di ujung pasar, tiang masjid Agung Al-Falah pun sudah kelihatan. Paling tidak waktu tempuh menuju masjid ini sekitar 5 menit saja. Nah, kalau kesini jangan cuma foto-foto ya.. Sempatkan dulu sholat sunnah Tahiyatul Masjid 2 rakaat ya. Biasanya disebut sholat sunnah ketika masuk masjid. Kan enak, sambil jalan dapat pahala, biar jalan-jalannya barokah. :D Ulasan dan foto lengkap mengenai masjid Agung Al-Falah Jambi akan saya share di postingan berikutnya.


Nah, setelah dari masji agung Al-Falah, lanjutkan lagi jalan kaki ke Selatan. Tidak jauh juga dari masjid ini, kita akan sampai di Museum Perjuangan Rakyat Jambi. Karena saya harus buru-buru booking hotel akhirnya lokasi ini tidak saya singgahi. Saya melanjutkan jalan kaki ke arah Selatan dan ada objek yang perlu saya share juga. Yup, ada Tugu Pers.. Sepertinya ini salah satu monumen kebanggaan Jambi. Apa monumen ini berhubungan dengan Pers/Wartawan? Saya juga belum tahu. 
Tidak jauh dari monumen Tugu Pers, akhirnya sampai juga di hotel Aston Jambi. Saya tiba di hotel Aston Jambi sekitar pukul 12:00 siang. Kalau foto yang dibawah saya pasang yang sudah malam soalnya waktu siang tidak sempat ambil foto. Fikirannya sudah pengen tepar di kamar hotel.
Saya juga akan mereview lengkap mengenai hotel Aston Jambi beserta video dan foto-fotonya di postingan terpisah. Nah, waktu sampai di hotel tidak fikir panjang. Langsung buang badan di kasurnya yang empuk. Saya tidur sampai sore sampai sekitar jam 17:30. Setelah mandi menuju ke Sky Lounge lantai paling atas gedung. Mumpung gratis jadi sekalian saja di maksimalkan enjoynya. ;)

Setelah menunggu malam di Sky Lounge Aston Jambi, saya turun cari makan. Ternyata dari siang saya belum makan gara-gara keasyikan jalan. Ada tempat makan Seafood yang enak disebelah hotel Aston Jambi. Namanya tempat makannya WR. Ayo Mampir. Sebenarnya aksi balas dendam juga sih, dari tadi siang tidak makan akhirnya saya pesan ikan Gurami bakar 7 ons, nasi uduk, tahu tempe, dan es teh manis. Oh iya, nasi uduknya tambah 1 piring lagi. Hehehe... Estimasi saya bakal habis 100ribuan lebih tuh tapi ternyata cuma Rp.85.000 saja. Yaa mungkin ini di Jambi, kalau di Jakarta tidak ada seafood semurah ini.
Sekian cerita jalan-jalan di kota Jambi saya. Perjalanannya cuma sehari saja dan tidak banyak lokasi yang bisa didatangi. Lain kali jika ada kesempatan ke Jambi, akan saya planning ke candi Muaro Jambi dan danau Kerinci. Semoga sharing ini bermanfaat ya..

Selamat jalan-jalan..