Minggu, 24 Mei 2015

Review Jam Tangan G-Shock GA100C-1A2ER

Saya menggunakan jam tangan G-Shock selama 4 tahun. Ya, G-Shock salah satu produk jam tangan dari Casio. Siapa yang tidak kenal dengan jam tangan satu ini? Dari anak kecil sampai dewasa minimal pernah dengar nama jam tangan ini. Tiap series memiliki arti masing-masing, mulai dari kode warna dan lain lain sebagainya.

G-Shock tipe GA100C-1A2ER saya gunakan sejak tahun 2011. Sampai sekarang (Mei 2015) masih saya gunakan. Sekedar info, G-Shock ini satu-satunya jam tangan yang saya kenakan dan sengaja tidak diganti-ganti karena jam tangan ini seolah-olah menjadi saksi bisu untuk menjalani kehidupan saya. Mulai dari saya masih menjadi seorang mahasiswa sampai menjadi Engineer sekarang.




Waktu itu saya membeli jam tangan ini di Siola Surabaya. Dulu harganya sekitar 1 jutaan, sepertinya harga sekarang masih sekitar segitu. Untuk spesifikasi jam tangan ini bisa anda cari di Google. Awalnya saya memilih jam tangan ini karena alasan berikut :
  • Modelnya cowok banget dan terkesan adventure.
  • G-Shock GA100C-1A2ER ini tahan air dengan kedalaman tertentu. Musim panas ataupun hujan.
  • Ukurannya lebar dan besar, cocok untuk tangan saya yang besar juga.
Jam tangan dari Casio ini memang sangat mantap menurut saya. Pernah juga saya pakai saat rafting, bolak balik kena air sungai dan ketabrak pinggiran sungai. Dan kondisi jam tangan ini masih normal saja.
Bisa saya simpulkan beberapa keunggulan jam tangan G-Shock GA100 yang pakai dengan beberapa poin sebagai berikut :
  • Baterai tahan lama. Sampai sekarang, saya belum pernah ganti baterai.
  • Bolak balik kebentur dinding, pintu, batu, dan lain-lain tapi masih tetap handal. Karet-karetnya sangat kuat.
  • Kacanya sangat bening sampai sekarang. Selama 4 tahun tidak ada lecet dan kacanya kuat.
Namun bukan berarti jam tangan ini tidak ada kekurangan. Menurut saya kekurangan dari jam tangan G-Shock khususnya model GA100 ini yaitu :
  • Modelnya pasaran. Kalau saya berangkat kerja naik KRL pasti ada kembarannya di gerbong yang saya tumpangi. Walaupun warnanya tidak persis sama, tapi kebanyakan pakai warna hitam juga.
  • Banyak KW-nya, kalau dari jauh susah dibedakan asli atau palsu, apalagi sama orang yang awam.
  • Karena saya memakai jam tangan ini sudah jalan 4 tahun, kondisi karet pergelangannya jadi kotor. Kalau itu tergantung yang pakai sih. Saya sendiri membersihkan jam tangan ini sekali setahun.
Beginilah kondisi jam tangan G-Shock GA100C-1A2ER saya sekarang. Bersama dengan postingan ini pada bulan Mei 2015. Secara keseluruhan kondisinya masih sangat awet, cuma beberapa cat tulisannya mulai mengelupas dan tidak full putih lagi. Dan juga beberapa baut mulai berkarat, soalnya jam tangan ini sangat sering dibawa main air, mulai dari air sungai sampai air laut.

Sekian review saya menggunakan jam tangan G-Shock GA100 ini selama 4 tahun. Semoga dapat berguna untuk anda.

2 komentar:

  1. G-Shock memang gak di ragukan lagi, tapi yang standart seperti W-735H juga tidak kalah keren loh :)

    BalasHapus