Kali ini saya mau share pengalaman menggunakan kartu kredit. Dimana jika kartu ini terlihat orang berderet di kantong dompet maka status sosial anda otomatis akan naik. Apalagi pas buka dompet saat beli bakso gerobakan di kampung, selamat anda naik kelas. Hehee.. Canda bakso..


Pertama kali saya mulai bekerja tahun 2012 yang mengharuskan selalu keluar kota yang butuh akomodasi hotel, transport, makan, dan lain-lain. Waktu itu saya masih baru lulus kuliah dan modal pas-pasan kerja di ibu kota tiba-tiba harus keluar kota lagi, karena masih baru terpaksa harus pinjam modal akomodasi ke saudara dan orang tua.

Waktu itu rekan kerja menyarankan untuk apply kartu kredit karena akan lebih mudah dipakai untuk membayar akomodasi dan proses klaim ke kantor juga lebih mudah dan cepat. Akhirnya saya mulai apply kartu kredit Mandiri.

Apply Kartu Kredit Pertama Kali

Ternyata tidak semudah itu Ferguso. Ternyata permohonan saya ditolak karena masih baru bekerja dan masih status karywan kontrak. Coba apply kartu kredit BCA juga langsung di tolak. Wkwkwk..

Karena bank akan mudah menerima permohonan kartu kredit jika sebelumnya sudah punya kartu kredit. Jadi SOP bank ternyata seperti itu untuk menghindari orang-orang kredit macet jika belum perna punya kartu kredit dan status pekerjaan tetap atau cash flow bisnis yang baik jika kamu pengusaha.

Tapi beruntungnya waktu itu ada sales kartu kredit Citibank yang datang ke kantor dan beberapa orang di kantor kami akhirnya apply secara kolektif. Di situlah akhirnya saya punya kartu kredit dan awal masalah muncul. Wkwkwk..

Kelebihan Kartu Kredit

Nama lain kartu kredit adalah kartu hutang. Ini menurut saya loh ya, karena beberapa orang tidak setuju dengan istilah ini. Kenapa saya bilang ini kartu hutang ya karena seluruh transaksi yang digunakan dengan kartu kredit pasti di"bayar"kan oleh bank dulu, lalu akhirnya kita bayar seluruh transaksi di waktu yang telah ditentukan ke bank yang dihutangi tersebut.

Dengan kondisi saya sebagai karyawan, tentu ini sangat membantu karena cash flow pribadi saya tidak terganggu oleh cash flow urusan pekerjaan. Jika di awal saya memakai kartu kredit untuk membayar hotel, pesawat, makan, dll maka saya bisa klaim ke kantor dengan bukti invoice/struk belanja yang ada. Kemudian setelah kantor membayar klaim tersebut, baru saya membayarkan ke bank sesuai pemakaian kartu kredit dengan uang dari kantor tadi. Sangat membantu bukan?

Keuntungan lainnya ada namanya point reward alias hadiah dari bank karena jumlah transaksi yang dipakai. Waktu itu, kebetulan saya pakai kartu kredit Citi Garuda dimana setiap transaksi dengan kartu itu maka akan dapat poin milliage garuda sehingga jika sudah terkumpul banyak, poin milliage tersebut bisa ditukar dengan tiket pesawat. Ya paling cuma bayar 100ribuan untuk biaya-biaya lain ke Garuda-nya. Lumayan kan buat mudik gratis kalau butuh naik pesawat, bisa juga buat tiket jalan-jalan.

Kekurangan Kartu Kredit

Jadi yang di atas itu adalah yang enak-enaknya. Kartu kredit ada juga gak enaknya dan disinilah masalah saya mulai muncul. Wkwkwk..

Setelah memiliki kartu kredit pertama akhirnya saya enak banget apply kartu kredit yang lain. Akhirnya saya ditawarin sendiri oleh sales kartu kredit via telpon. Ada bank Mandiri yang awalnya menolak, terus CIMB, HSBC, BRI, dan lain-lain. Jadi beginilah story orang-orang bisa jejerin kartu kredit di dompet. Dan dengan memiliki kartu kredit yang banyak, akhirnya saya sempat lupa kalau ini adalah kartu hutang.

"Ah..beli ini deh.. mumpung diskon. Bayarnya pas gajian". Itulah kata-kata pamungkas setiap mau jajan dengan kartu kredit. Bahkan untuk makan dan pemakaian pribadi akhirnya mengandalkan kartu kredit. Padahal niat di awal hanya untuk pemakian kantor saja. Tapi pada akhirnya terpakai juga untuk kebutuhan selain kantor. Ditambah lagi iming-iming poin reward, bagi saya ini melemahkan mental untuk tidak pakai kartu kredit. Wkwkwk

Dan tidak terasa hutang pun banyak. Berasa tiap gajian kok lewat gitu aja duitnya. Awalnya cuma hutang dikit, lama-lama jadi banyak. Entah dari mana kekuatan kartu kredit itu sehingga membuat saya menjadi orang yang konsumtif.

Solusi Memakai Kartu Kredit

Sebelum memiki kartu kredit ada hal yang dipersiapkan sebelumnya. Yaitu MENTAL YANG KUAT.

Sebaiknya kamu sudah terbiasa memegang atau mengontrol cash flow kamu sebelum memiliki kartu kredit. Jika kamu seperti saya, dimana butuh kartu kredit untuk pekerjaan sebaiknya cukup ambil satu kartu kredit saja. Setelah itu stop terima tawaran lainnya.

Jika ingin beli apa-apa sebaiknya pakai metode nabung atau cari tambahan penghasilan lainnya. Jangan sekali-sekali pakai kartu kredit, karena sekali kamu pakai maka akan menjadi kebiasaan. Dan jika sudah terbiasa maka kamu harus jago mengontrol cash flow agar tidak terjebak hutang.

Pada akhirnya saya menutup semua kartu kredit dan menyisakan 2 saja. Satu untuk keperluan pekerjaan, satunya masih numpuk hutangnya.. Wkwkwk.. Doain mudah-mudahan bisa ditutup itu satunya ya. Aaminn

Kapan-kapan saya share bagaimana cara menutup kartu kredit satu per satu. Insya Allah mumpung lagi semangat nge-blog lagi. Soalnya susah konsisten menulis itu nyata.

Thanks sudah baca sampai sini ya. Semoga bermanfaat :)


0 Komentar